<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Suasana halaman kantor DPRD Kabupaten Nunukan dipadati ratusan pedagang Pasar Tani yang datang menyampaikan aspirasi penolakan relokasi ke Tanah Merah. </p>



<p>Mereka meminta rencana pemindahan dihentikan sementara sampai digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh pihak terkait.<br></p>



<p>Aksi tersebut dipicu beredarnya pemberitahuan penutupan Pasar Tani pada 10 Mei. Pedagang menilai kebijakan itu terlalu cepat karena belum melalui pembahasan bersama dan belum ada kesepakatan final.<br></p>



<p>Pengelola Pasar Tani, Kadir, mengatakan pasar tersebut lahir dari kebutuhan petani untuk menjual hasil panen secara langsung kepada masyarakat. </p>



<p>Seiring waktu, pasar berkembang menjadi ruang usaha bagi ratusan pedagang dan UMKM lokal.</p>



<p>“Pasar ini tumbuh bertahap. Banyak keluarga yang menggantungkan nafkah di sini. Karena itu, keputusan relokasi harus dipikirkan matang,” ujarnya.<br></p>



<p>Ia menegaskan pedagang tidak menolak penataan kota, namun meminta prosesnya melibatkan mereka.<br></p>



<p>“Kalau tujuan penataan, kami siap ikut aturan. Tapi kami ingin diajak bicara lebih dulu,” katanya.<br></p>



<p>Salah satu pedagang, Siti Rahma, mengaku khawatir kehilangan pelanggan jika relokasi tetap dilakukan.</p>



<p>“Pelanggan kami sudah terbiasa datang ke alun-alun setiap akhir pekan. Kalau pindah, belum tentu mereka ikut,” ungkapnya.<br></p>



<p>Menurutnya, pedagang pernah merasakan dampak relokasi sementara sebelumnya.<br>“Waktu pindah sementara, pengunjung turun drastis. Banyak pedagang tidak balik modal,” ujarnya.</p>



<p>Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Junaidi, yang berharap pemerintah mempertimbangkan aspek ekonomi kecil.<br></p>



<p>“Kami hanya ingin tetap bisa mencari nafkah. Jangan sampai kebijakan ini membuat pedagang kecil kehilangan penghasilan,” katanya.</p>



<p>Warga Nunukan, Fajar, menilai Pasar Tani telah menjadi bagian dari aktivitas akhir pekan masyarakat.</p>



<p>“Pasar ini jadi tempat warga berkumpul. Ada olahraga, rekreasi, sekaligus belanja. Nilai sosialnya besar,” ucapnya.</p>



<p>Ia berharap solusi yang diambil mampu menjaga keberlangsungan pedagang sekaligus mendukung penataan kota.<br></p>



<p>“Relokasi bukan satu-satunya jalan. Penataan bisa jadi solusi yang lebih bijak,” tambahnya.</p>



<p>Ratusan pedagang kemudian disambut Ketua Komisi II Andi Fajrul bersama sejumlah anggota DPRD. Dalam kesempatan itu, ia meminta pedagang tetap tertib dan menyampaikan aspirasi melalui forum resmi.<br></p>



<p>“Kami menerima aspirasi ini dan akan menindaklanjuti melalui RDP agar semua pihak bisa menyampaikan pandangan,” ujarnya.<br></p>



<p>Pedagang kemudian diminta menunjuk perwakilan untuk masuk ke ruang rapat mengikuti RDP yang turut dihadiri pemerintah daerah, kepolisian, serta instansi terkait.<br></p>



<p>“Harapannya pertemuan ini menghasilkan solusi terbaik yang tidak merugikan pedagang sekaligus tetap menjaga penataan kota,” tutupnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.