<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Upaya penyelundupan kosmetik ilegal asal Malaysia kembali terbongkar di perairan perbatasan.</p>



<p>Tim Quick Response Lanal Nunukan bersama unsur intelijen TNI berhasil menggagalkan masuknya 1.832 item kosmetik ilegal yang diselundupkan dari Tawau menuju wilayah Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.<br></p>



<p>Pengungkapan ini disampaikan langsung oleh Komandan Lanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, dalam konferensi pers.</p>



<p>Ia menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi operasi intelijen gabungan di wilayah perbatasan laut yang rawan jalur penyelundupan.<br></p>



<p>Berawal dari Informasi Intelijen Dini Hari<br>Operasi bermula pukul 04.00 WITA ketika tim menerima informasi jaringan intelijen terkait rencana penyelundupan kosmetik ilegal dari Malaysia melalui perairan Sebatik.</p>



<p>Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan perintah operasi keamanan laut terbatas (Ops Kamlatas) untuk melakukan penyekatan speedboat di jalur “pelabuhan tikus”.<br></p>



<p>Patroli laut sejak pagi hingga sore sempat nihil. Namun, hasil mulai terlihat pada malam hari.<br></p>



<p>Sekitar pukul 19.30 WITA, personel Posal Sei Pancang mendeteksi satu speedboat dari Tawau memasuki perairan Indonesia dan bergerak menuju pangkalan tradisional Lalosalok di Pulau Sebatik.<br></p>



<p>Awalnya, muatan kapal terlihat normal, beras dan minyak goreng untuk kebutuhan masyarakat perbatasan.</p>



<p>Namun kecurigaan muncul saat petugas menemukan empat kardus besar dilakban cokelat tersembunyi di tengah muatan.<br>Saat dibuka, kardus tersebut berisi kosmetik yang diduga ilegal.<br></p>



<p>“Barang disamarkan di bawah bahan pokok agar lolos pemeriksaan. Ini modus klasik yang terus berulang di jalur perbatasan,” tegas Danlanal.<br>Motoris speedboat berinisial MR (27), warga Sebatik Utara, langsung diamankan bersama barang bukti dan dikawal ke Posal Sei Pancang sebelum dibawa ke Mako Lanal Nunukan untuk pemeriksaan lanjutan.<br><br>Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankann kosmetik merek Berlian 392 item dan kosmetik tanpa merek/bahan campuran 1.440 item.<br>Total 1.832 item kosmetik ilegal.</p>



<p>Seluruh barang bukti, termasuk speedboat dan motoris, telah diserahkan kepada Bea Cukai Nunukan sebagai leading sector penanganan kasus kepabeanan.</p>



<p>Jalur Sebatik Masih Rawan Penyelundupan<br>Danlanal menegaskan bahwa wilayah perairan Sebatik masih menjadi jalur favorit penyelundupan karena kedekatan geografis dengan Malaysia serta banyaknya pelabuhan tradisional.<br></p>



<p>“Keberhasilan ini menunjukkan sinergi antar stakeholder berjalan baik. Namun ini juga menjadi peringatan bahwa jalur perbatasan tetap rawan dan akan terus kami perketat,” tegasnya.<br></p>



<p>Ia menambahkan, penindakan ini bukan hanya soal pelanggaran kepabeanan, tetapi juga perlindungan masyarakat dari produk kosmetik ilegal yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.<br></p>



<p>Penindakan ini menjadi bukti pengawasan laut perbatasan terus diperketat, sekaligus sinyal keras bagi pelaku penyelundupan bahwa jalur perairan Nunukan tidak lagi aman bagi barang ilegal.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.