NUNUKAN, borderterkini.com – Aksi kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Nunukan.
Seorang pelajar di salah satu SMP di Nunukan berinisial MP (15) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat keluar membeli makanan pada Jumat dini hari, 10 April 2026 sekitar pukul 02.30 WITA.
Peristiwa itu dilaporkan ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan oleh pamannya, Albar (29), setelah korban pulang dalam kondisi babak belur dengan luka di wajah dan tubuh.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya meminta izin kepada orang tuanya untuk membeli makanan di warung pinggir Jalan TVRI, Nunukan Timur.
Saat keluar, korban menunggu rekannya menjemput di pinggir jalan. Namun saat rekannya datang, korban sempat berteriak memanggil karena temannya hampir terlewat.
Teriakan tersebut justru memicu cekcok dengan sekelompok orang yang diduga pengaruh minuman keras alias mabuk yang berada di sekitar lokasi.
“Ponakan saya berteriak panggil temannya karena kelewatan. Tiba-tiba pelaku sekitar lima orang langsung memukul. Korban sudah minta ampun dan bilang masih anak-anak, tapi tetap dipukul,” ungkap Albar.
Tak hanya korban, kata dia, rekan korban juga sempat dipukul namun langsung lari. Sementara korban masih tetap disitu.
“Pelaku sempat menantang korban disuruh panggil siapa yang mau kau panggil, saya tidak takut, ucap pelaku. Nah, korban langsung telpon bapaknya,” pungkasnya.
Saat bapak korban tiba, kata dia, pelaku hanya tersisa tiga orang, dua lainya sudah pergi. Cekcok pun terjadi antara orangtua korban dan tiga pelaku, hingga akhirnya paman korban datang untuk menyelesaikan di kantor polisi.
“Tapi, saat saya datang, tiga orang itu sudah pergi. Makanya saya langsung lapor ke polisi,” bebernya.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka di bagian hidung, bibir, memar di tubuh, serta gigi patah dan goyang. Korban juga telah menjalani visum sebagai bukti laporan.
“Orang tua mana yang tidak sakit melihat anaknya pulang bersimbah darah. Kami berharap pelaku segera ditangkap agar tidak menimbulkan masalah baru,” tegas Albar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran KSKP Nunukan dan Polres Nunukan yang langsung bergerak menindaklanjuti laporan.
“Identitas pelaku sudah dikantongi polisi, sekarang masih diburu,” ungkapnya.
Sementara itu, Waka Polsek KSKP Nunukan, Iptu Nanang, memastikan laporan telah ditangani sejak malam kejadian. Personel langsung melakukan pencarian ke kawasan Jalan Lumba-lumba, namun para pelaku belum ditemukan.
“Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak melakukan pencarian. Saat ini identitas satu terduga pelaku sudah kami ketahui,” ujarnya.
Polisi juga berupaya mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku lainnya. Dari hasil penyelidikan sementara, satu pelaku berinisial AS diketahui merupakan residivis.
“Anggota masih melakukan pengejaran. Semoga dalam waktu dekat ini, pelaku sudah kita tangkap. Para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang. Kasus ini menjadi atensi khusus karena korban masih berusia di bawah umur,” pungkasya.(*)





