Jalan Rusak hingga Listrik 30 Tahun Tak Tuntas, Ramsah Minta Pemkab Turun Tangan

NUNUKAN, borderterkini.com — Infrastruktur di Pulau Sebatik kembali disorot DPRD Nunukan. Sejumlah ruas jalan disebut rusak bertahun-tahun, sementara masih ada warga yang menunggu akses listrik hingga sekitar 30 tahun.

Anggota DPRD Nunukan, Ramsah, meminta Pemkab Nunukan menjadikan kondisi tersebut sebagai prioritas, terutama dalam pembahasan anggaran perubahan.

Salah satu yang didesaknya segera ditangani adalah Jalan Bhakti Husada menuju Kantor Kecamatan Sebatik Timur. Ruas ini juga berada di sekitar fasilitas pendidikan dan setiap hari dilalui masyarakat.

“Saya berharap di anggaran perubahan pemerintah segera melakukan pengaspalan Jalan Bhakti Husada. Kondisinya sudah parah dan membahayakan anak-anak sekolah maupun masyarakat,” ujar Ramsah pada Jumat (25/9/2026)

Ia juga menyoroti Jalan Mattirowali yang disebut sekitar 10 tahun belum mendapat penanganan memadai. Sejumlah box culvert bahkan telah roboh.

“Jalan Mattirowali sudah sekitar 10 tahun tidak tersentuh. Ada beberapa box culvert yang sudah rubuh, sementara di dalam sana ada kampung dan masyarakat yang membutuhkan akses,” tegasnya.

Selain itu, Ramsah kembali menagih perhatian pemerintah terhadap Jalan Poros Tengah di Desa Sungai Limau, ruas Loudress menuju Maspul, serta jalan di Desa Bukit Aru Indah yang digunakan menuju sekolah dan pondok pesantren.

Tak hanya jalan, persoalan listrik juga menjadi sorotan. Ramsah menyebut masih ada masyarakat yang menunggu pelayanan listrik sekitar 30 tahun.

“Begitu juga listrik. Sudah sekitar 30 tahun pemerintah tidak hadir untuk masyarakat di sana. Saya berharap persoalan ini juga menjadi perhatian,” katanya.

Ramsah menegaskan pemerintah harus mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak agar anggaran pembangunan benar-benar menjawab persoalan warga.

“Mana yang urgent, itu yang harus diprioritaskan. Jangan sampai jalan yang sudah sangat rusak justru menunggu terlalu lama untuk ditangani,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan