Batik Lulantatibu Karya WBP Lapas Nunukan Curi Perhatian di Paras Fest 2026

NUNUKAN, borderterkini.com – Batik tulis Lulantatibu hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mencuri perhatian dalam gelaran Paras Fest 2026, yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Nunukan ke-27.

Batik khas Nunukan yang dikreasikan oleh warga binaan tersebut menjadi salah satu produk unggulan yang dipamerkan di stan Lapas Nunukan. Karya ini memperlihatkan hasil pembinaan keterampilan yang dikembangkan di balik tembok pemasyarakatan.

Mengusung motif dan nilai budaya Lulantatibu, batik tulis tersebut hadir dengan sentuhan khas kreasi Lapas Nunukan. Produk ini tidak hanya menampilkan keindahan seni batik, tetapi juga menunjukkan kemampuan warga binaan dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai jual.

Keikutsertaan Lapas Nunukan dalam Paras Fest 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat luas. Berbagai produk kerajinan dan hasil pembinaan kemandirian lainnya turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan, keikutsertaan dalam Paras Fest menjadi ruang untuk menunjukkan potensi warga binaan yang selama ini dikembangkan melalui program pembinaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan memiliki potensi dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya melalui karya batik tulis Lulantatibu yang kami kreasikan bersama sebagai produk hasil pembinaan Lapas Nunukan,” ungkap Donny.

Menurutnya, hasil karya warga binaan perlu mendapat ruang apresiasi sekaligus kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pameran tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemasaran produk hasil pembinaan, sehingga keterampilan yang diperoleh warga binaan selama menjalani masa pidana dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.

Di sisi lain, pengembangan batik Lulantatibu juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan budaya lokal melalui produk kreatif yang melibatkan warga binaan.

Lapas Nunukan berharap keterlibatan dalam Paras Fest 2026 dapat memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan masyarakat dalam mendukung pembinaan yang menghasilkan karya nyata.(*)

Tinggalkan Balasan