Buka Musrenbangcam 2028, Sekda Malinau Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran

MALINAU, borderterkini.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H. menegaskan setiap usulan pembangunan yang masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ernes saat mewakili Bupati Malinau membuka Musrenbangcam Tahun Anggaran 2028 di Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Rabu (16/9/2026) pagi.

Ernes mengatakan, perencanaan pembangunan harus dilakukan secara terstruktur dan tepat waktu.

Menurutnya, proses Musrenbang dari tingkat RT, desa hingga kecamatan harus memiliki pola yang jelas agar tidak menghabiskan waktu terlalu panjang.

“Idealnya Musrenbang itu selesai Januari sampai akhir Maret. Kalau kita laksanakan tiap hari dari RT, desa, hingga kecamatan, bisa setahun lebih baru selesai. Makanya dulu kita buat skenario agar bisa jadi yang tercepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, arah pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari dokumen perencanaan utama, yakni RPJMDes/RPJMD serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Karena itu, setiap usulan pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran, waktu pelaksanaan dan ketentuan tata ruang. Pemerintah tidak bisa memasukkan seluruh keinginan menjadi program apabila tidak sesuai dengan kebutuhan maupun aturan.

“Setiap pemimpin dibatasi oleh waktu, sumber dana, dan tata ruang,” jelasnya.

Ernes menekankan, keterbatasan tersebut membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas.

Usulan yang disampaikan melalui Musrenbang diharapkan bukan sekadar daftar keinginan, melainkan program yang memiliki manfaat jelas dan dapat dilaksanakan.

Ia juga menyinggung perubahan sejumlah program daerah dari waktu ke waktu. Mulai dari program RT Bersih, kemudian berkembang menjadi Malinau Bersih Lingkungan (MBL), hingga program Wajib Belajar Malinau Maju dan Desa Sarjana.

Menurutnya, perubahan nama maupun bentuk program merupakan bagian dari dinamika kebijakan sesuai kebutuhan dan kepemimpinan.

Namun, seluruh program tersebut tetap diarahkan pada tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ernes secara khusus menekankan konsep MBL.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak semata-mata menjadi tugas pemerintah atau petugas kebersihan.

“MBL itu bukan soal pungut sampah saja, tapi membangun perilaku bersih dan mandiri. Kalau sampah di depan rumah, jangan tunggu DLH, kita sendiri yang jaga,” tegasnya.

Selain kebersihan, Ernes turut menyoroti persoalan stunting dan keamanan lingkungan. Ia menilai keluarga memiliki posisi penting karena menjadi unit terkecil yang menentukan kualitas pembangunan manusia.

Pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian. Ernes mengajak masyarakat untuk tidak malu menjalani profesi sebagai petani serta terus mendorong peningkatan sumber daya manusia di tingkat desa.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk berkembang dan mengelola potensi yang ada di wilayahnya.

Melalui Musrenbangcam 2028, pemerintah berharap usulan yang dihasilkan dapat menjadi prioritas pembangunan yang sesuai aturan, realistis dari sisi pembiayaan dan benar-benar dibutuhkan masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan