<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Dugaan praktik investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Sejumlah korban melaporkan seorang perempuan berinisial RH ke Polres Nunukan setelah dana yang mereka investasikan diduga tidak kunjung dikembalikan.<br><br>Kasus ini mencuat setelah para korban mulai saling berkomunikasi dan menyadari bahwa banyak di antara mereka mengalami nasib serupa. Modus yang ditawarkan berupa investasi dengan keuntungan tinggi dalam waktu sekitar 15 hari, sehingga menarik minat banyak orang untuk ikut menanamkan modal.<br><br>Salah seorang korban, Rahma, mengaku awalnya tertarik karena investasi tersebut terlihat berjalan lancar. Ia bahkan sempat menerima keuntungan dari beberapa transaksi awal sehingga semakin yakin untuk menambah nilai investasinya.<br><br>&#8220;Karena sebelumnya lancar dan ada keuntungan yang masuk, saya percaya. Akhirnya saya terus menambah dana yang diinvestasikan,&#8221; ujarnya.<br><br>Namun seiring berjalannya waktu, pembayaran yang dijanjikan mulai mengalami keterlambatan. Dana yang telah disetorkan para investor tidak lagi kembali sesuai kesepakatan.<br><br>Rahma mengaku total dana yang telah disetorkannya mencapai sekitar Rp75 juta. Dari jumlah tersebut, masih terdapat dana sekitar Rp11 juta yang hingga kini belum dikembalikan.<br><br>Korban lainnya, Lusi Sri Wahyuni, mengaku mengalami kerugian lebih besar. Awalnya ia hanya memberikan pinjaman pribadi kepada RH. Namun setelah mendapat penawaran investasi dengan keuntungan menarik, ia ikut menanamkan modal.<br><br>Menurut Lusi, total dana yang dikeluarkannya mencapai sekitar Rp75 juta, terdiri dari dana pinjaman dan investasi. Hingga saat ini seluruh dana tersebut belum berhasil ia tarik kembali.<br><br>&#8220;Sampai sekarang belum ada yang kembali sama sekali,&#8221; katanya.<br><br>Dari keterangan sejumlah korban, investasi tersebut diduga mulai berkembang sejak tahun 2025. Pada tahap awal, pembayaran keuntungan kepada investor berjalan lancar sehingga membuat semakin banyak orang tertarik bergabung.<br><br>Belakangan, pembayaran mulai tersendat. Para korban menduga terjadi masalah dalam pengelolaan dana yang terkumpul sehingga kewajiban kepada investor tidak dapat dipenuhi.<br><br>Informasi yang dihimpun dari para korban menyebut jumlah peserta yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 150 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah, termasuk Nunukan, Sebatik, Tarakan hingga Makassar.<br><br>Nilai kerugian pun bervariasi. Beberapa korban mengaku kehilangan puluhan juta rupiah, sementara korban lainnya disebut mengalami kerugian hingga mencapai sekitar Rp140 juta. Secara keseluruhan, total kerugian para investor diperkirakan mencapai miliaran rupiah.<br><br>Dalam beberapa waktu terakhir, para korban juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan RH. Upaya menghubungi yang bersangkutan disebut tidak selalu mendapat respons, meskipun sebelumnya sempat ada janji pengembalian dana secara bertahap.<br><br>Merasa dirugikan, sejumlah korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polres Nunukan. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.<br><br>Sementara itu, Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, membenarkan adanya laporan terkait dugaan investasi bodong tersebut. Ia mengatakan kasus itu saat ini masih ditangani penyidik.<br><br>&#8220;Benar, ada laporan yang masuk dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik,&#8221; singkatnya.<br><br>Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan para korban.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.