Categories: Nunukan

Kuota BBM Nunukan 2026 di Bawah Realisasi 2025, DPRD Pertanyakan Dasar Alokasi

Published by
admin

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> — Kuota BBM Kabupaten Nunukan tahun 2026 justru berada di bawah realisasi konsumsi tahun sebelumnya&period; Kondisi ini menjadi salah satu poin yang dipertanyakan Komisi II DPRD Nunukan saat melakukan audiensi dengan BPH Migas di Jakarta&period;<br><br>Data yang dibawa DPRD menunjukkan&comma; realisasi Pertalite Nunukan pada 2025 mencapai 23&period;359 KL Namun kuota Pertalite 2026 hanya 22&period;599 KL&period;<br><br>Dengan demikian&comma; alokasi tahun ini berada sekitar 760 KL di bawah realisasi konsumsi 2025&period;<br><br>Realisasi Solar pada 2025 tercatat 12&period;940 KL&comma; sedangkan kuota 2026 hanya 12&period;781 KL&period; Selisihnya sekitar 159 KL&period;<br><br>Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam menilai kondisi tersebut perlu dijelaskan dalam pembahasan kuota BBM&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Ketika realisasi 2025 masih lebih tinggi&comma; kemudian kuota 2026 justru turun&comma; tentu kita mempertanyakan dasar perhitungannya&comma;” ujarnya&period;<br><br>Jika dibandingkan dengan 2024&comma; pergerakan kuota juga menunjukkan perubahan&period;<br><br>Pertalite pada 2024 memiliki kuota sekitar 40&period;929 KL dengan realisasi 23&period;244 KL&period; Pada 2025&comma; kuota turun menjadi 25&period;689 KL dengan realisasi 23&period;359 KL&period;<br><br>Kemudian pada 2026&comma; kuotanya kembali turun menjadi 22&period;599 KL&period;<br><br>Untuk Solar&comma; kuota 2024 sekitar 13&period;441 KL dengan realisasi 10&period;954 KL&period; Pada 2025 kuota meningkat menjadi 14&period;527 KL dengan realisasi 12&period;940 KL&period;<br><br>Namun pada 2026&comma; kuotanya kembali turun menjadi 12&period;781 KL&period;<br><br>Sekretaris Komisi II DPRD Nunukan Ramsah mengatakan&comma; data konsumsi harus menjadi bagian dari evaluasi&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Jangan hanya melihat angka kuota&period; Kita harus melihat bagaimana kebutuhan riil masyarakat dan bagaimana BBM itu digunakan di lapangan&comma;” katanya&period;<br><br>Menurutnya&comma; karakter Nunukan sebagai wilayah kepulauan&comma; perbatasan dan pegunungan membuat kebutuhan BBM memiliki beban distribusi yang berbeda&period;<br><br>Karena itu&comma; DPRD meminta pola perhitungan kuota 2027 tidak kembali mengabaikan kondisi konsumsi dan geografis daerah&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau data realisasi sudah menunjukkan kebutuhan&comma; itu harus menjadi pertimbangan dalam menentukan kuota berikutnya&comma;” tegasnya&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.