<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> — Ketimpangan antara kebutuhan dan kuota bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Nunukan kembali disorot. Komisi II DPRD Nunukan bahkan membawa persoalan tersebut langsung ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.<br><br>Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam bersama Sekretaris Komisi II Ramsah melakukan audiensi dengan jajaran Komite BPH Migas periode 2025–2029, Jumat (2/10/2026).<br><br>Dalam pertemuan itu, DPRD membawa data kebutuhan BBM Nunukan tahun 2026 yang menunjukkan alokasi belum mampu memenuhi usulan daerah.<br><br>Untuk Solar, kebutuhan yang diusulkan mencapai 22.888 kiloliter (KL). Namun kuota yang diberikan hanya 12.781 KL atau sekitar 56 persen.<br><br>Masih terdapat kekurangan 10.107 KL.<br><br>Kondisi lebih besar terjadi pada Pertalite. Dari usulan kebutuhan 67.406 KL, kuota yang diberikan hanya 22.599 KL atau sekitar 34 persen.<br><br>Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam mengatakan, data tersebut menjadi dasar DPRD meminta penyesuaian kebijakan kuota.<br><br>“Kami datang bukan hanya meminta tambahan kuota. Kami membawa data bahwa usulan daerah tahun 2026 baru terpenuhi sekitar 56 persen untuk Solar dan 34 persen untuk Pertalite,” tegas Andi Fajrul.<br><br>Menurutnya, kebutuhan BBM Nunukan tidak bisa hanya dihitung berdasarkan angka alokasi. Kondisi geografis dan aktivitas ekonomi masyarakat juga harus menjadi pertimbangan.<br><br>“Nunukan tidak bisa diperlakukan sama persis dengan daerah yang distribusi BBM-nya lebih mudah. Kita memiliki pulau, perbatasan, pedalaman, sungai dan Pegunungan Krayan,” ujarnya.<br><br>Komisi II juga meminta tambahan kuota untuk Triwulan IV 2026, yakni 1.746 KL Solar dan 3.090 KL Pertalite.<br><br>Selain itu, DPRD meminta penyesuaian kuota 2027 dengan minimal 14.527 KL Solar dan 25.689 KL Pertalite.<br><br>Bagi DPRD, persoalan kuota harus berujung pada kepastian pasokan di tingkat masyarakat.<br><br>“Yang kita perjuangkan bukan sekadar tambahan angka kiloliter. Kita ingin memastikan BBM itu tersedia ketika masyarakat membutuhkan,” kata Ramsah.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.