Categories: Kriminal

Mahasiswi Asal Nunukan Jadi Korban Penyekapan dan Kekerasan Seksual di Makassar, Pemkab Turun Tangan

Published by
admin

&NewLine;<p><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> – Pemerintah Kabupaten Nunukan bergerak cepat merespons kabar dugaan penyekapan dan kekerasan seksual yang menimpa seorang mahasiswi asal Nunukan berinisial MA &lpar;20&rpar; yang sedang menempuh pendidikan di Makassar&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Begitu informasi kasus diterima&comma; Bupati Nunukan Irwan Sabri langsung menginstruksikan Badan Kesbangpol untuk mengaktifkan jaringan mahasiswa asal Nunukan di Makassar dan memastikan korban segera mendapat pendampingan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kepala Badan Kesbangpol Nunukan Hasan Basri Mursali menegaskan&comma; langkah koordinasi dilakukan tanpa menunggu lama&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Setelah mendengar berita ini&comma; Pak Bupati langsung mengarahkan agar kami menghubungi adik-adik mahasiswa Nunukan yang ada di Makassar&period; Kami segera bergerak&comma;” ujarnya pada Jumat &lpar;15&sol;5&rpar;&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kesbangpol kemudian menghubungi jaringan organisasi mahasiswa asal Nunukan yang berada di Makassar&comma; termasuk penghuni asrama putri tempat korban kini berada&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami punya data komunitas mahasiswa di sana&period; Saya langsung menghubungi salah satu anggota himpunan mahasiswa di asrama putri untuk memastikan kondisi korban&comma;” jelas Hasan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Hasil koordinasi memastikan korban kini berada dalam kondisi aman bersama rekan-rekannya di asrama&period; Pemerintah daerah juga memastikan proses hukum telah berjalan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Peristiwa ini sudah dilaporkan ke polisi&period; Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar dan pendampingan terhadap korban sudah mulai dilakukan&comma;” katanya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tak hanya korban&comma; Pemkab Nunukan juga memastikan keluarga mendapatkan dukungan penuh&period; Orang tua korban telah berhasil dihubungi dan difasilitasi untuk bertemu langsung dengan anaknya di Makassar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;InsyaAllah Bupati akan memfasilitasi agar orang tua bisa bertemu langsung dengan anaknya&period; Pendampingan psikolog dan bantuan hukum dari pemerintah daerah juga akan kami siapkan&comma;” tegas Hasan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kesbangpol turut meluruskan informasi yang beredar bahwa korban bukan penerima beasiswa Pemkab Nunukan&period; Korban diketahui kuliah melalui skema kerja sama pemerintah provinsi dengan perguruan tinggi dan menerima beasiswa dari pemerintah provinsi melalui Yayasan Patria Artha&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Meski demikian&comma; Pemkab Nunukan memastikan tetap hadir memberikan dukungan penuh&period;<br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan korban mendapat perlindungan yang dibutuhkan&comma;” tutupnya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kasus ini sendiri menyita perhatian publik setelah beredar luas di media sosial&period; Korban diduga menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual selama tiga hari oleh seorang pria berinisial FR &lpar;30&rpar;&comma; warga Makassar&comma; yang kini masih diburu aparat kepolisian&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Peristiwa bermula ketika korban mencari pekerjaan tambahan dan menemukan informasi lowongan pengasuh bayi di media sosial&period; Korban kemudian diminta datang ke sebuah rumah di kawasan perumahan elite Barombong&comma; Kecamatan Tamalate&comma; Kota Makassar&comma; dan diminta menginap&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tanpa rasa curiga&comma; korban menerima tawaran tersebut&period; Namun setibanya di lokasi&comma; korban diduga disekap dengan tangan terikat selama tiga hari dan mengalami kekerasan fisik serta pemerkosaan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kasus terungkap pada Rabu &lpar;13&sol;5&rpar; ketika pemilik rumah datang memeriksa kontrakan yang masa sewanya telah habis&period; Saat pintu diketuk&comma; korban ditemukan dalam kondisi lemas dengan tangan masih terikat sambil meminta pertolongan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Korban kemudian dibawa ke polisi dan langsung mendapat pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak &lpar;PPA&rpar; Polrestabes Makassar serta lembaga perlindungan anak setempat untuk pemulihan trauma&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.