<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Misteri penemuan jasad bayi perempuan dalam sebuah goodie bag hitam di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, RT 004, Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, akhirnya terungkap.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terduga pelakunya adalah ibu kandungnya sendiri berinisial N, 21 tahun.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasub Sipenmas Polres Nunukan Ipda Idris mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, N melahirkan pada Jumat (21/8) sekitar pukul 12.30 WITA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">N disebut melahirkan seorang diri di dalam toilet rumahnya, kemudian merawat bayi tersebut selama beberapa jam sebelum akhirnya membawa bayi menggunakan sepeda motor dan meninggalkannya di pinggir jalan</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Yang bersangkutan melahirkan sendiri di dalam WC rumahnya tanpa bantuan tenaga medis maupun orang lain,” kata Idris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah proses persalinan, N disebut sempat menimang bayi tersebut. Bayi kemudian dibungkus menggunakan sebuah daster dan dibawa ke kamar untuk dibaringkan di atas kasur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekitar 10 menit kemudian, bayi tersebut menangis. N lalu sempat menyusui bayi tersebut hingga tertidur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">N kemudian berbaring di samping bayinya. Hingga sekitar pukul 18.00 WITA, N melihat bayi tersebut sudah tidak bernapas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kondisi panik, N mengambil sebuah tas dan memasukkan bayi ke dalam tas tersebut. Bayi kemudian dibawa menggunakan sepeda motor menuju wilayah Desa Padaidi</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tas yang berisi bayi itu selanjutnya diletakkan di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, RT 004, Desa Padaidi. Setelah meninggalkan tas tersebut, N langsung pergi dari lokasi,&#8221; ungkapnya pada Minggu (30/8).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, penyidik masih mendalami kondisi bayi ketika dimasukkan ke dalam tas. Pasalnya, dalam keterangannya, N mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah bayi tersebut masih dalam keadaan hidup atau sudah meninggal saat dimasukkan ke dalam goodie bag.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Karena, saat itu, N dalam kondisi panik karena pada saat itu saudaranya datang dan menanyakan uang kepadanya,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jasad bayi tersebut baru ditemukan warga pada Minggu (23/8/) sekitar pukul 17.20 WITA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kejadian bermula ketika seorang warga datang melapor terkait penemuan bayi di Jalan Jenderal Sudirman. Sebelumnya, warga tersebut singgah di pinggir jalan untuk buang air kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat berada di lokasi, pelapor melihat sebuah tas kantong berwarna hitam yang dikerumuni lalat. Karena penasaran, pelapor kemudian memeriksa isi tas tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Betapa terkejutnya pelapor setelah mengetahui terdapat jasad bayi di dalam tas. Pelapor kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memastikan temuan tersebut sebelum akhirnya melaporkannya kepada pihak kepolisian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian mengarah kepada N. Bahkan, N juga disebut mengaku mengetahui adanya penemuan jasad bayi tersebut pada Minggu sekitar pukul 18.00 WITA.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat itu, N melihat status WhatsApp milik temannya yang mengunggah informasi mengenai penemuan jenazah bayi perempuan di pinggir jalan Desa Padaidi.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Saat tahu, jasad bayinya ditemukan, pelaku ini langsung merasa takut dan cemas,&#8221; bebernya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyidik juga mendalami alasan N meninggalkan bayi tersebut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, N mengaku takut diketahui oleh kedua orang tuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain N, polisi turut menggali keterangan seorang laki-laki berinisial A yang disebut memiliki hubungan asmara dengan N.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam keterangannya, A mengaku pernah berhubungan badan dengan N sebanyak dua kali. Hubungan tersebut pertama kali terjadi pada Desember 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi, si A ini juga mengetahui N hamil pada Maret 2026. Tapi, saat itu, A mengaku siap bertanggung jawab dan bahkan berniat menikahi N,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, rencana tersebut tidak terwujud. A menerangkan N tidak ingin dinikahi karena masih berstatus sebagai istri orang lain. Dalam keterangan lainnya, A menyebut N juga telah memiliki pacar lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mirisnya, A juga mengaku bahwa dirinya dan N sebelumnya sempat berniat menggugurkan kandungan. Bahkan, A sudah membeli sejumlah obat yang disebut sebagai obat penggugur kandungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Obat itu sempat diminum oleh N. Namun, setelah beberapa kali mencoba, kehamilan tersebut disebut tetap bertahan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat hal itu, A pun kemudian mengaku kembali berniat menikahi N. Akan tetapi, N tetap menolak. Setelah itu, A memblokir seluruh kontak dan media sosial N.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Semua keterangan si A, menjadi bagian dari penyidikan dan masih didalami kepolisian untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Idris menegaskan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian kejadian.<br>Terutama untuk memastikan kondisi bayi saat dimasukkan ke dalam tas, penyebab kematian bayi, serta tindakan yang dilakukan N setelah proses persalinan.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebab, berdasarkan keterangan N, bayi sempat menangis, menyusu, dan kemudian tertidur sebelum beberapa jam kemudian disebut sudah tidak bernapas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk penyebab kematian dan kondisi bayi saat dimasukkan ke dalam tas masih dalam pendalaman penyidik,” jelas Idris.<br>Dalam penanganan perkara ini, sejumlah barang telah diamankan penyidik sebagai barang bukti.<br><br>Di antaranya satu lembar daster berwarna hitam, satu unit sepeda motor X-Ride, satu buah kunci motor, satu kresek bening, satu unit tablet Redmi berwarna pink, satu baju dalam berwarna hitam, satu CD berwarna ungu, satu celana bola pendek berwarna hitam, serta satu buah goodie bag merek D&#8217;yana berwarna hitam.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.