Categories: Nunukan

Rumah Tak Layak Nenek Ringgi Gagal Direhab Karena Masuk Desil Mampu, AFs Pertanyakan Verifikasi Lapangan

Published by
admin

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> – Ironi pendataan penerima bantuan rehabilitasi rumah kembali mencuat di Kabupaten Nunukan&period; Nenek Ringgi&comma; 63 tahun&comma; warga Jalan Jagung Manis RT 03&comma; Kelurahan Mansapa&comma; Kecamatan Nunukan Selatan&comma; tidak mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah karena tercatat berada pada Desil 6–10&period;<br><br>Padahal&comma; kondisi rumah yang ditempati Ringgi saat ini dinilai sangat memprihatinkan dan jauh dari standar rumah layak huni&period;<br><br>Kondisi tersebut membuat Ketua Komisi II DPRD Nunukan&comma; Andi Fajrul Syam &lpar;AFS&rpar;&comma; mempertanyakan serius proses verifikasi yang dilakukan pemerintah sebelum menetapkan daftar penerima bantuan&period;<br><br>Menurut AFS&comma; persoalan ini memperlihatkan adanya persoalan ketika data administratif tidak sejalan dengan fakta yang ditemukan di lapangan&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya sangat kecewa dan mempertanyakan serius kinerja Dinas Perkim&comma; Kelurahan Mansapa dan Kecamatan Nunukan Selatan dalam melakukan verifikasi dan penetapan penerima bantuan rehabilitasi rumah&comma;” tegasnya&period;<br><br>Ia mengatakan&comma; secara administrasi Ringgi tercatat dalam Desil 6–10 sehingga tidak masuk sebagai penerima bantuan&period; Namun&comma; ketika kondisi rumah diperiksa secara langsung&comma; keadaan yang ditemukan justru menunjukkan kebutuhan terhadap rehabilitasi&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Rumah yang ditempati sudah sangat tidak layak huni&comma; dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan&comma;” ujarnya&period;<br><br>AFS pun mempertanyakan apakah pemerintah dalam menentukan penerima bantuan hanya mengandalkan angka dalam data atau benar-benar memastikan kondisi warga melalui verifikasi lapangan&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Pertanyaan saya sederhana&colon; pemerintah mau percaya DATA atau FAKTA&quest;” katanya&period;<br><br>Ia menilai&comma; klasifikasi desil memang dapat digunakan sebagai salah satu instrumen dalam menentukan sasaran bantuan&period; Namun&comma; data tersebut harus diuji dengan kondisi faktual&comma; terutama ketika menyangkut kebutuhan dasar seperti tempat tinggal&period;<br><br>Menurutnya&comma; proses verifikasi lapangan menjadi penting agar warga yang secara nyata membutuhkan bantuan tidak tersisih hanya karena data yang belum diperbarui&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau hanya duduk di belakang meja&comma; melihat angka Desil&comma; lalu dengan mudah menyatakan warga tidak layak menerima bantuan&comma; untuk apa ada Kelurahan Mansapa dan Kecamatan Nunukan Selatan&quest; Untuk apa ada proses verifikasi lapangan&quest;” kritik AFS&period;<br><br>Ia menegaskan&comma; apabila terdapat ketidaksesuaian antara data dengan kondisi sebenarnya&comma; pemerintah seharusnya melakukan pemutakhiran data&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Data adalah alat bantu&comma; bukan alasan untuk menutup mata terhadap kenyataan&comma;” tegasnya&period;<br><br>AFS meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman &lpar;Perkim&rpar;&comma; pemerintah kelurahan dan kecamatan tidak menjadikan administrasi sebagai satu-satunya ukuran dalam menetapkan penerima bantuan&period;<br><br>Ia mendorong petugas turun langsung dan melihat kondisi rumah calon penerima&comma; termasuk mencermati kondisi ekonomi serta kehidupan sehari-hari warga&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau memang ada ketidaksesuaian data&comma; tugas pemerintah adalah memperbaiki dan memutakhirkan data&comma; bukan menjadikan data yang keliru sebagai alasan untuk membiarkan masyarakat miskin tetap tinggal di rumah yang tidak layak&comma;” katanya&period;<br><br>AFS menilai persoalan Nenek Ringgi harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap mekanisme pendataan dan verifikasi penerima bantuan rehabilitasi rumah di Nunukan&period;<br><br>Sebab&comma; menurutnya&comma; ketepatan sasaran tidak cukup hanya dibuktikan melalui data administratif&period; Kondisi faktual di lapangan juga harus menjadi pertimbangan utama&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya minta Dinas Perkim&comma; Kelurahan dan Kecamatan jangan bekerja hanya berdasarkan administrasi di atas kertas&period; Turun ke lapangan&comma; lihat kondisi masyarakat dengan mata sendiri&comma;” tandasnya&period;<br><br>Ia menambahkan&comma; kondisi kemiskinan tidak selalu dapat dibaca hanya dari angka desil&period; Kondisi tempat tinggal&comma; kemampuan ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat juga perlu diverifikasi secara menyeluruh&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Karena kemiskinan tidak selalu bisa dibaca dari angka&period; Kondisi rumah&comma; kehidupan sehari-hari dan kemampuan ekonomi masyarakat harus benar-benar diverifikasi secara faktual&comma;” pungkas AFS&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.