Lonjakan Wisman Dorong Okupansi Hotel di Nunukan

NUNUKAN, borderterkini.com – Sektor pariwisata Kabupaten Nunukan menunjukkan perkembangan yang positif pada Maret 2026. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat beriringan dengan kenaikan tingkat hunian hotel.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, mengungkapkan jumlah kunjungan wisman melalui pintu keimigrasian Nunukan pada Maret 2026 mencapai 1.411 kunjungan atau meningkat 416 kunjungan dibandingkan Maret 2025.

“Kenaikan kunjungan ini menjadi indikator kuat bahwa mobilitas lintas negara mulai pulih. Dampaknya langsung terasa pada sektor jasa akomodasi dan aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya pada Selasa (5/5).

Menurut Iskandar, lonjakan wisman tidak hanya terlihat dari jumlah kedatangan, tetapi juga dari meningkatnya lama tinggal wisatawan asing.

“Rata-rata lama menginap wisatawan mancanegara mencapai 2,13 hari. Ini naik signifikan dibandingkan tahun lalu. Artinya, wisatawan yang datang kini tidak hanya singgah, tetapi mulai menghabiskan waktu lebih lama di Nunukan,” jelasnya.

Ia menilai peningkatan lama tinggal wisatawan memberikan efek berantai bagi perekonomian lokal.

“Semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar potensi belanja di sektor kuliner, transportasi, hingga UMKM. Ini menjadi peluang ekonomi yang sangat penting bagi daerah perbatasan,” katanya.

Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap gabungan wisatawan asing dan domestik pada Maret 2026 tercatat 1,45 hari, meningkat 0,32 hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Iskandar menambahkan bahwa meskipun lama menginap wisatawan domestik sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya, peningkatan signifikan dari tamu asing mampu mendorong kenaikan rata-rata secara keseluruhan.

“Peran wisatawan mancanegara semakin terlihat dalam mendongkrak kinerja sektor akomodasi di Nunukan,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Maret 2026 tercatat sebesar 17,50 persen atau naik 3,38 poin dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 14,12 persen.

“Kenaikan TPK secara tahunan menunjukkan sektor perhotelan mulai pulih. Ini sinyal positif bagi pelaku usaha jasa akomodasi,” terang Iskandar.

Meski demikian, ia mengakui bahwa TPK Maret sedikit menurun dibandingkan Februari. Namun secara tren tahunan, kinerja sektor akomodasi tetap menunjukkan perbaikan.

“Dalam setahun terakhir, puncak okupansi terjadi pada Desember 2025 dengan angka 29,07 persen. Pola musiman masih terlihat, tetapi tren pemulihan mulai merata sepanjang tahun,” jelasnya.

Iskandar berharap tren positif ini dapat terus berlanjut melalui dukungan berbagai pihak, termasuk penguatan promosi wisata dan pengembangan destinasi unggulan.

“Jika tren kunjungan wisman terus meningkat, pariwisata berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Nunukan ke depan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan