NUNUKAN, borderterkini.com – Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Nunukan yang digelar di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Selasa (12/5/2026), menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tak hanya menjadi forum pembahasan strategi pembangunan, kegiatan ini juga menjadi ruang transaksi yang menguntungkan pelaku usaha lokal.
Usai sesi pemaparan materi, peserta rakor diarahkan menuju area parkir Kantor Bupati Nunukan yang telah disulap menjadi pusat kuliner dan produk ekonomi kreatif.
Puluhan stan UMKM berjajar menyuguhkan aneka menu makanan dan minuman, mulai dari sate, soto, nasi bakar, aneka minuman segar, hingga jajanan tradisional khas daerah.
Antusiasme peserta langsung terlihat. Setiap peserta menerima voucher makan dan minum yang dapat digunakan di seluruh stan UMKM.
Skema tersebut membuat stan pelaku usaha ramai diserbu pengunjung dan transaksi berlangsung sejak siang hingga kegiatan berakhir.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan pelibatan UMKM dalam kegiatan pemerintahan merupakan langkah nyata untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Kegiatan pemerintah harus memberi dampak langsung. Dengan melibatkan UMKM, kita membantu membuka pasar baru bagi pelaku usaha kecil sekaligus mempercepat perputaran ekonomi di daerah,” ujarnya.
Ia menilai pola seperti ini dapat menjadi strategi sederhana namun efektif untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
“Jika setiap kegiatan pemerintah melibatkan UMKM, maka akan ada perputaran ekonomi yang terus bergerak. Ini langkah kecil, tetapi dampaknya bisa besar bagi pelaku usaha,” tambahnya.
Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, mengapresiasi inovasi tersebut dan berharap dapat menjadi contoh bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Ini langkah cerdas. Pemerintah tetap menjalankan agenda pembangunan, sementara UMKM ikut mendapatkan manfaat ekonomi. Konsep seperti ini perlu diterapkan di berbagai kegiatan pemerintah lainnya,” kata Hermanus.
Menurutnya, penguatan UMKM merupakan bagian penting dari pembangunan kawasan perbatasan.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Jika UMKM bergerak, ekonomi daerah ikut tumbuh,” tegasnya.
Salah satu pelaku UMKM, Fatimah, mengaku bersyukur karena kegiatan tersebut memberikan peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
“Alhamdulillah, sejak stan dibuka, pembeli terus berdatangan. Voucher dari peserta sangat membantu meningkatkan omzet kami hari ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar UMKM memiliki ruang promosi dan pasar yang lebih luas.
Area parkir Kantor Bupati Nunukan yang biasanya dipenuhi kendaraan pun berubah menjadi ruang interaksi yang hangat dan ramai.
Rakor perbatasan kali ini membuktikan bahwa kegiatan pemerintahan tidak hanya menghasilkan diskusi strategis, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku UMKM di Kabupaten Nunukan.(*)





