NUNUKAN, borderterkini.com – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam (AFs), menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang turun menyuarakan persoalan buruh dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD, Rabu (6/5/2026).
Ia menilai sikap kritis mahasiswa sangat penting sebagai pengingat bagi pemerintah dan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan.
“Kami berterima kasih karena mahasiswa selalu mengingatkan kami. Kritik itu penting agar pengawasan berjalan sesuai amanat undang-undang,” ujarnya.
Andi Fajrul menegaskan DPRD membutuhkan masukan dari mahasiswa untuk memperkuat pengawasan terhadap persoalan ketenagakerjaan, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kondisi kerja buruh di lapangan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti keberadaan perusahaan yang beroperasi di Nunukan namun belum berkantor di daerah tersebut.
DPRD, kata dia, telah meminta pemerintah daerah mendorong agar perusahaan wajib membuka kantor di Nunukan.
Menurutnya, keberadaan kantor perusahaan di daerah akan mempermudah komunikasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika perusahaan berkantor di Nunukan, aktivitas ekonomi akan tumbuh. Perputaran uang terjadi, lapangan kerja terbuka, dan masyarakat merasakan dampaknya langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, Nunukan memiliki potensi besar di sektor perikanan, namun peluang kerja bagi lulusan perikanan masih terbatas.
Karena itu, ia mendorong kehadiran industri pengolahan di daerah agar tenaga kerja lokal memiliki kesempatan kerja yang lebih luas.
Selain itu, Andi Fajrul menyinggung perubahan kewenangan pengelolaan wilayah laut yang kini berada di tingkat provinsi dan pusat.
Hal ini, menurutnya, membuat ruang pengawasan kabupaten menjadi terbatas, sehingga diperlukan perhatian pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan seperti Nunukan.
Ia juga menyoroti masih adanya praktik feodalisme dalam dunia kerja dan menegaskan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.
“Semua masyarakat harus memiliki kedudukan yang sama di depan hukum. Prinsip equality before the law harus benar-benar diterapkan,” tegasnya.
Dia berharap aksi mahasiswa menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara DPRD, pemerintah, dan masyarakat dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh di Nunukan.(*)





