Truk Sawit Hilang Kendali di Mambulu, Dua Karyawan Tewas Seketika

NUNUKAN, borderterkini.com – Kecelakaan lalu lintas tunggal merenggut dua nyawa di Jalan Poros Trans Kalimantan Utara, tepatnya di Desa Mambulu, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan, Rabu (3/6/2026) malam.

Sebuah truk Mitsubishi Canter berwarna kuning milik CV Sawit Mandiri yang mengangkut sejumlah karyawan dilaporkan mengalami kecelakaan setelah keluar jalur dan menabrak tiang listrik di pinggir jalan.

Akibat insiden tersebut, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Malinau.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya, aparat kepolisian menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.15 WITA dan langsung melakukan penanganan di lokasi.

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan kendaraan truk Mitsubishi Canter milik CV Sawit Mandiri di wilayah Desa Mambulu, Kecamatan Sembakung Atulai. Dalam kejadian ini terdapat dua korban meninggal dunia dan dua korban mengalami luka-luka,” kata Sunarwan, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut bergerak dari arah lokasi timbangan perusahaan menuju base camp CV Sawit Mandiri. Saat melintasi ruas jalan sebelum Jembatan Mambulu, kendaraan diduga kehilangan kendali.

Truk kemudian bergerak ke sisi jalan dan menghantam pembatas jalan. Benturan tersebut membuat kendaraan terpental hingga menabrak tiang listrik dengan keras.

“Keterangan sementara yang kami peroleh, kendaraan mengalami out of control sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan tiang listrik. Penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan petugas,” ujarnya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Ibrahim Muhammad Sadaq (31), warga Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, yang merupakan sopir kendaraan, serta Yunus Lopo (39), karyawan CV Sawit Mandiri yang berdomisili di base camp perusahaan.

Sementara dua korban lainnya yang selamat namun mengalami luka-luka adalah Aldin Bani (24) dan Nahom Lopo (23). Keduanya segera dievakuasi menuju fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Malinau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sunarwan mengatakan, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait faktor penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan dan situasi jalan saat kejadian berlangsung. Seluruh data masih terus kami lengkapi,” jelasnya.

Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas. Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama mengingat kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan berat akibat benturan keras dengan tiang listrik.

Polres Nunukan kembali mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang dan karyawan perusahaan, agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan serta mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama pada malam hari dan di jalur Trans Kaltara yang memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan.(*)

Tinggalkan Balasan