Beras Adan Gagal Dijual, Imbas Rusaknya Akses Jalan ke Krayan Selatan

NUNUKAN, borderterkini.com – Kerusakan parah ruas jalan menuju Kecamatan Krayan Selatan akibat hujan berkepanjangan berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Komoditas unggulan berupa Beras Adan kini gagal dipasarkan karena kendaraan pengangkut tidak mampu melintasi jalan yang rusak.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena hasil panen yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama terpaksa tertahan di kampung.

Padahal, uang dari penjualan Beras Adan biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membiayai pendidikan anak yang menempuh kuliah di luar daerah.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan kerusakan jalan semakin parah dalam beberapa pekan terakhir akibat tingginya intensitas hujan.

Selain menghambat distribusi hasil pertanian, pasokan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) juga ikut terganggu.

“Jalan semakin parah karena hujan. Akibatnya kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok maupun BBM tidak sanggup melintas,” ujar Oktavianus, Minggu (28/6).

Ia menjelaskan, dampak yang dirasakan masyarakat tidak hanya terbatas pada terhambatnya transportasi, tetapi juga memukul perekonomian warga.

Beras Adan yang telah dipanen tidak dapat dikirim ke luar daerah sehingga petani kehilangan kesempatan memperoleh penghasilan.

“Masyarakat sangat berharap hasil panen Beras Adan bisa dijual. Uang dari penjualan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah anak-anak mereka,” katanya.

Menurut Oktavianus, banyak orang tua kini mulai khawatir karena tidak memiliki dana untuk mengirim biaya hidup maupun biaya pendidikan anak-anak mereka yang sedang menempuh pendidikan di luar Krayan.

Kesulitan masyarakat semakin bertambah karena layanan perbankan di wilayah Krayan masih sangat terbatas. Saat ini hanya terdapat satu kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berada di Long Bawan, Kecamatan Krayan.

Untuk melakukan transaksi seperti menyetor maupun mengirim uang, masyarakat harus menempuh perjalanan ke Long Bawan. Namun akses menuju wilayah tersebut juga terdampak kerusakan jalan sehingga aktivitas perbankan ikut terhambat.

“Akibatnya tidak sedikit warga yang terpaksa meminjam uang kepada keluarga di kota karena tidak dapat menjual hasil panen maupun melakukan transaksi perbankan,” ungkapnya.

Pemerintah Kecamatan Krayan Selatan berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat terhadap ruas jalan yang rusak agar mobilitas masyarakat kembali normal, distribusi logistik dapat berjalan lancar, serta hasil pertanian, khususnya Beras Adan, kembali bisa dipasarkan sehingga roda perekonomian masyarakat dapat pulih. (*)

Tinggalkan Balasan