Categories: Nunukan

Cegah TPPO dan TPPM, Bupati Dukung Imigrasi Turun ke Desa

Published by
admin

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> – Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang &lpar;TPPO&rpar; dan tindak pidana penyelundupan migran &lpar;TPPM&rpar; di wilayah perbatasan Nunukan mulai diperkuat hingga tingkat desa&period;<br><br>Pemerintah Kabupaten Nunukan mendukung langkah Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan yang menempatkan petugas lebih dekat dengan masyarakat&period; Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan warga memperoleh informasi keimigrasian secara langsung&comma; terutama di wilayah dengan mobilitas lintas negara yang tinggi&period;<br><br>Bupati Nunukan H&period; Irwan Sabri mengatakan&comma; kehadiran petugas Imigrasi di tengah masyarakat tidak sebatas memberikan pelayanan administrasi&period; Edukasi mengenai aturan keimigrasian juga menjadi bagian penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam persoalan hukum&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kegiatan Imigrasi hari ini pada dasarnya merupakan bagian dari pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat&period; Kita ingin masyarakat memahami berbagai layanan dan kegiatan yang dilakukan Imigrasi&comma; sehingga ke depan tidak terjadi lagi persoalan seperti TPPO maupun permasalahan lainnya&comma;” kata Irwan&comma; Senin &lpar;21&sol;9&sol;2026&rpar;&period;<br><br>Menurutnya&comma; masyarakat di wilayah perbatasan perlu mendapatkan akses informasi yang mudah dan cepat&period; Dengan pemahaman yang lebih baik&comma; warga diharapkan tidak mudah menerima tawaran atau mengikuti proses keberangkatan ke luar negeri yang tidak sesuai ketentuan&period;<br><br>Karena itu&comma; Irwan menilai pendekatan hingga ke desa menjadi langkah penting&period; Pemerintah daerah juga mendukung perluasan edukasi keimigrasian agar tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan&period;<br><br>Sementara itu&comma; Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Adrian Soetrisno mengatakan&comma; saat ini pihaknya telah menjalankan program percontohan di empat wilayah&period;<br><br>Empat wilayah tersebut masing-masing berada di Sebatik&comma; Nunukan&comma; Lumbis dan Krayan&period; Penempatan petugas dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta potensi kerawanan TPPO&comma; TPPM dan pelanggaran keimigrasian&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Jadi saat ini kita sudah ada empat desa&period; Di Sebatik satu&comma; di Nunukan satu&comma; di Lumbis satu&comma; dan di Krayan satu&period; Ke depannya akan kita tambah&comma; mungkin ada dua atau tiga desa lagi&comma;” ujar Adrian&period;<br><br>Petugas yang ditempatkan di wilayah tersebut tidak hanya bertugas menyampaikan sosialisasi&period; Mereka juga menjadi penghubung masyarakat untuk memperoleh informasi maupun akses layanan keimigrasian dengan lebih mudah&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Tujuan utamanya adalah sosialisasi&comma; memberikan informasi kepada masyarakat&comma; dan memberikan layanan agar masyarakat lebih mudah memperoleh akses informasi tentang keimigrasian&comma;” jelasnya&period;<br><br>Adrian mengatakan&comma; keberadaan petugas di desa diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya persoalan akibat minimnya informasi&period; Masyarakat dapat berkonsultasi secara langsung sebelum melakukan perjalanan lintas negara maupun mengurus dokumen keimigrasian&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Petugas kita akan berada lebih dekat dengan masyarakat agar mereka merasa mudah mendapatkan informasi keimigrasian&comma;” katanya&period;<br><br>Imigrasi juga membuka kemungkinan menambah lokasi program tersebut&period; Penambahan desa akan diarahkan pada wilayah yang membutuhkan penguatan informasi dan pelayanan keimigrasian&period;<br><br>Kolaborasi antara Pemkab Nunukan dan Imigrasi ini diarahkan untuk memperkuat pencegahan dari tingkat paling bawah&period; Edukasi kepada warga menjadi salah satu upaya agar masyarakat perbatasan memahami prosedur keberangkatan&comma; dokumen keimigrasian&comma; serta risiko yang dapat muncul dari jalur migrasi ilegal&period;<br><br>Dengan semakin dekatnya layanan dan informasi keimigrasian ke masyarakat&comma; potensi pelanggaran di wilayah perbatasan diharapkan dapat ditekan sejak dini&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.