Categories: Bulungan

Guru di Bulungan Masih Kurang 588 Orang, Formasi CPNS Disiapkan

Published by
admin

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>BULUNGAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> — Kebutuhan tenaga pendidik di Kabupaten Bulungan masih jauh dari terpenuhi&period; Hasil pemetaan Pemerintah Kabupaten &lpar;Pemkab&rpar; Bulungan menunjukkan daerah ini masih membutuhkan sekitar 588 guru untuk menutup kekurangan tenaga pengajar di sejumlah satuan pendidikan&period;<br><br>Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Bulungan dalam pembahasan strategi pemenuhan tenaga pendidik yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan &lpar;Disdikbud&rpar; Bulungan&comma; Rabu &lpar;23&sol;9&sol;2026&rpar;&period;<br><br>Bupati Bulungan Syarwani&comma; S&period;Pd&period;&comma; M&period;Si&period; didampingi Sekretaris Daerah Risdianto&comma; S&period;Pi&period;&comma; M&period;Si&period; bersama jajaran Disdikbud&comma; BKPSDM dan perangkat daerah terkait membedah kebutuhan guru berdasarkan jenjang pendidikan&comma; mata pelajaran hingga kondisi masing-masing sekolah&period;<br><br>Kekurangan tenaga pendidik tidak hanya menyangkut jumlah&period; Pemkab juga harus memastikan guru yang tersedia sesuai dengan mata pelajaran yang dibutuhkan sekolah&period;<br><br>Wilayah dengan kondisi geografis sulit&comma; termasuk kawasan hulu Sungai Kayan&comma; menjadi salah satu perhatian dalam pemetaan tersebut&period; Distribusi guru menjadi persoalan tersendiri karena kebutuhan tenaga pendidik tidak selalu berada di wilayah yang mudah dijangkau&period;<br><br>Bupati Bulungan Syarwani menegaskan&comma; angka kebutuhan tersebut harus terlebih dahulu dipastikan melalui data yang benar-benar akurat&period; Ia meminta Disdikbud dan BKPSDM melakukan rekonsiliasi agar tidak terjadi perbedaan data antara guru yang sudah tersedia dengan kebutuhan riil di lapangan&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Data yang presisi menjadi dasar utama Pemkab Bulungan dalam mengusulkan formasi ke pemerintah pusat&comma;” tegas Syarwani&period;<br><br>Menurutnya&comma; Pemkab tidak ingin pengusulan formasi dilakukan hanya berdasarkan perkiraan&period; Kebutuhan guru harus dihitung berdasarkan kondisi sekolah&comma; jenjang pendidikan&comma; mata pelajaran dan tenaga pendidik yang sudah tersedia&period;<br><br>Syarwani juga menyampaikan bahwa pola pemenuhan kebutuhan guru ke depan akan diarahkan melalui jalur seleksi CPNS sesuai ketentuan pemerintah pusat&period; Artinya&comma; pemerintah daerah harus menyesuaikan strategi pemenuhan tenaga pendidik dengan kebijakan rekrutmen yang berlaku&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Apapun pola yang diterapkan nanti untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar&comma; kita pastikan bermuara pada mekanisme tes CPNS&period; Pemkab Bulungan terus memetakan kebutuhan riil di lapangan&comma; terutama untuk formasi vital seperti guru agama&comma;” ujar Syarwani&period;<br><br>Persoalan kekurangan guru juga tidak berdiri sendiri&period; Pemkab turut memperhitungkan kebutuhan tenaga Tata Usaha &lpar;TU&rpar;&comma; guru yang akan memasuki masa pensiun serta kemampuan APBD dalam menanggung belanja pegawai&period;<br><br>Gelombang pensiun menjadi salah satu faktor yang harus diantisipasi&period; Jika tidak dihitung sejak awal&comma; kekurangan tenaga pendidik berpotensi kembali terjadi ketika sebagian guru memasuki masa purnatugas&period;<br><br>Di tengah keterbatasan jumlah personel dan ketentuan rekrutmen dari pemerintah pusat&comma; Syarwani meminta Disdikbud tidak menjadikan kekurangan guru sebagai alasan terganggunya kegiatan belajar-mengajar&period;<br><br>Ia meminta sekolah memaksimalkan tenaga yang tersedia sambil menunggu kebijakan dan regulasi terbaru dari pemerintah pusat&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Saya berpesan kepada Disdikbud&comma; di tengah berbagai dinamika yang ada di sekolah maupun kecamatan&comma; pastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal dengan memaksimalkan potensi tenaga yang ada&comma; sambil kita menunggu regulasi terbaru dari pemerintah pusat&comma;” pesannya&period;<br><br>Pemkab Bulungan kini dituntut memastikan angka kebutuhan 588 guru tersebut benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan&period; Rekonsiliasi data menjadi tahap penting sebelum kebutuhan tersebut diterjemahkan menjadi usulan formasi kepada pemerintah pusat&period;<br><br>Dengan demikian&comma; persoalan yang dihadapi Bulungan bukan hanya mengejar jumlah guru&comma; tetapi juga memastikan penempatannya tepat&comma; sesuai kebutuhan mata pelajaran dan mampu menjangkau sekolah-sekolah di wilayah yang memiliki tantangan geografis&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.