Lebaran, Penggunaan Air Bersih di Nunukan Diprediksi Naik 30 Persen

NUNUKAN, borderterkini.com – Kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Nunukan diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan menjelang perayaan Idulfitri.

Penggunaan air oleh masyarakat bahkan diprediksi meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa.

Kepala Bagian Teknis Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan, Rudiansyah, mengatakan lonjakan konsumsi air bersih merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap menjelang hari raya.

“Kalau di Idulfitri biasanya ada peningkatan penggunaan air kurang lebih sekitar 30 persen dari kebutuhan standar harian,” ujarnya, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, peningkatan konsumsi air umumnya mulai terasa sekitar tiga hari menjelang Lebaran.

Pada periode tersebut aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari memasak, membersihkan rumah, hingga berbagai persiapan lainnya untuk menyambut hari raya.

“Biasanya puncak pemakaian terjadi tiga hari sebelum Lebaran. Saat itu aktivitas rumah tangga meningkat sehingga penggunaan air juga ikut naik,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tersebut, pihaknya telah menyiagakan sejumlah petugas di lapangan guna memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan lancar selama Ramadan hingga Idulfitri.

Sebanyak delapan personel disiagakan untuk melakukan pemantauan serta penanganan jika terjadi gangguan pada jaringan distribusi air. Para petugas tersebut dibagi dalam beberapa tim agar dapat bergerak cepat apabila terjadi kendala di lapangan.

“Kami sudah menyiapkan personel di lapangan dan membaginya per dua orang untuk menangani gangguan pelayanan jika terjadi,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga terus memantau kondisi sumber air baku yang menjadi penopang layanan air bersih bagi masyarakat Nunukan.

Salah satu sumber utama, yakni Embung Bolong, saat ini mengalami penurunan debit air hingga hampir dua meter sejak Februari lalu. Meski demikian, ketersediaan air baku masih dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.

“Untuk pelayanan saat ini masih stabil. Kami tetap berharap ada tambahan curah hujan agar debit air baku di embung bisa kembali meningkat,” ungkapnya.

Rudiansyah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan air meningkat.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan air sesuai kebutuhan serta menghindari pemborosan, sehingga ketersediaan air bersih tetap terjaga dan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh pelanggan.

“Harapan kami masyarakat bisa menggunakan air dengan bijak dan seperlunya saja. Dengan begitu pelayanan air bersih bisa tetap stabil dan mencukupi bagi semua pelanggan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan