NUNUKAN, borderterkini.com – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Nunukan menyampaikan pernyataan sikap untuk menjaga ketentraman, kedamaian, dan kondusifitas masyarakat di Kabupaten Nunukan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam deklarasi di Baloy Rumah Adat Tidung, Kamis (7/5/2026).
Ketua AMAN Kalimantan Utara, Sura’i, menjelaskan bahwa AMAN mengoordinir 42 komunitas masyarakat adat di Kalimantan Utara.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta mengedepankan etika, khususnya dalam penggunaan media sosial.
Menurutnya, masyarakat adat menjunjung tinggi nilai sopan santun dan tidak terbiasa dengan bahasa caci maki atau sumpah serapah.
Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, ras, dan agama merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.
“Kita semua bertanggung jawab menciptakan Nunukan yang aman, nyaman, dan tenteram. Kebebasan berpendapat itu hak setiap warga negara, tetapi harus disampaikan secara santun, bijak, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikap tersebut, masyarakat adat menyoroti adanya unggahan di media sosial yang diduga menghina dan merendahkan para pemimpin daerah.
Karena itu, AMAN menyampaikan empat poin sikap kepada pengguna media sosial bernama Hamseng.
Pertama, meminta yang bersangkutan segera mencabut seluruh unggahan yang mengandung unsur penghinaan, provokasi, maupun ujaran yang dapat menimbulkan keresahan.
Kedua, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pemimpin dan masyarakat Nunukan. Ketiga, mengajak bersama menjaga situasi aman dan harmonis.
Keempat, AMAN menyatakan apabila dalam waktu 1 x 24 jam tidak ada pencabutan postingan dan permintaan maaf, maka pihaknya memohon kepada Bupati Nunukan untuk melaporkan yang bersangkutan kepada aparat penegak hukum serta siap mengawal proses tersebut hingga tuntas.
“Kami menegaskan komitmen menjaga persatuan, kedamaian, dan kondusifitas di Nunukan,” ujarnya.
Sementara itu, Hamseng saat dikonfirmasi menyatakan menghargai pernyataan sikap AMAN.
Ia menegaskan tetap bertahan dengan unggahan yang dibuatnya karena menurutnya berdasarkan fakta dan tidak bermaksud menyerang individu maupun kelompok tertentu.
“Pada prinsipnya saya menghargai apa yang dilakukan. Namun saya tetap bertahan dengan apa yang saya posting karena tidak ada fitnah dan berkaitan dengan pemerintahan,” pungkasnya.(*)





