NUNUKAN, borderterkini.com – Komitmen mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) kembali ditegaskan jajaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan melalui razia gabungan yang digelar Rabu (6/5/2026) malam.
Kegiatan ini melibatkan unsur Polres Nunukan, BNNK Nunukan, serta Kodim Nunukan dan Polisi Militer. Sebanyak 65 personel gabungan diterjunkan untuk menyisir seluruh blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Razia berlangsung selama dua jam, mulai pukul 20.00 hingga 22.00 Wita. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kamar hunian, barang pribadi warga binaan, tempat tidur, lemari, hingga sudut-sudut ruangan yang berpotensi dijadikan tempat penyimpanan barang terlarang.
Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, menegaskan kegiatan ini merupakan langkah nyata deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
“Razia gabungan ini menjadi bentuk komitmen kami memperkuat Zero Halinar. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi peredaran barang terlarang di dalam lapas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara humanis namun tegas dengan tetap mengedepankan prosedur keamanan. Selain penggeledahan, petugas juga memberikan imbauan kepada warga binaan untuk mematuhi aturan dan menjaga ketertiban bersama.
Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan lapas, terlebih dengan kondisi hunian yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas.
“Kegiatan seperti ini penting dilakukan secara berkala. Deteksi dini harus terus diperkuat agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak awal,” ujarnya.
Dia menegaskan setiap barang terlarang yang ditemukan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan, termasuk pemusnahan barang serta penegakan tata tertib bagi pelanggaran yang terbukti.
“Kita berharap razia ini semakin memperkuat upaya menjaga Lapas Nunukan tetap aman, tertib, dan kondusif,” tutupnya.(*)





