NUNUKAN, borderterkini.com – Upaya pencegahan masuknya penyakit menular terus diperkuat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Puskesmas Nunukan Timur memperketat pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah melalui kegiatan survei migrasi malaria terhadap penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Kelurahan Nunukan Timur.
Salah satu kegiatan saat kedatangan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Kamis (7/5/2026). Seluruh penumpang turun dilakukan deteksi dini potensi kasus malaria impor dari luar daerah.
Penanggung jawab Program Malaria Puskesmas Nunukan Timur, Muslimah, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat melalui jalur laut menjelang hari besar keagamaan menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi sejak awal.
“Pergerakan masyarakat meningkat tajam menjelang hari raya. Jalur pelabuhan menjadi salah satu pintu masuk yang harus diawasi agar kasus malaria dari luar daerah tidak masuk dan menimbulkan penularan lokal,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah daerah asal perjalanan penumpang masih memiliki tingkat penularan malaria yang cukup tinggi. Karena itu, skrining langsung di pelabuhan menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.
“Kami tidak ingin kecolongan. Satu kasus impor saja bisa memicu penularan di masyarakat jika tidak terdeteksi lebih awal,” tegasnya.
Tim kesehatan melakukan pendataan asal perjalanan, wawancara riwayat kesehatan, serta pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat malaria kepada penumpang yang baru tiba. Seluruh proses dilakukan secara tertib tanpa mengganggu aktivitas pelabuhan.
Selain pemeriksaan, petugas promosi kesehatan juga memberikan edukasi singkat mengenai gejala malaria, cara pencegahan, serta pentingnya segera memeriksakan diri apabila mengalami demam setelah perjalanan.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa gejala malaria bisa muncul beberapa hari setelah bepergian. Kesadaran untuk memeriksakan diri sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” jelas Muslimah.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan penumpang yang bergejala maupun positif malaria. Meski demikian, kegiatan pemantauan akan terus dilakukan secara berkala, terutama saat puncak mobilitas masyarakat.
“Pengawasan di pintu masuk tidak berhenti di sini. Selama mobilitas masyarakat masih tinggi, skrining akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen melindungi kesehatan warga Nunukan,” tutupnya.(*)





