Diperjuangkan AFs, Masjid Al Jafar Akhirnya Direhab

NUNUKAN, borderterkini.com – Setelah 26 tahun bertahan dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan, Masjid Al Jafar di Jalan RA Kartini, RT 07, Sei Mengkadu Somel, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, akhirnya mendapat rehabilitasi.

Perubahan tersebut ditandai dengan syukuran yang digelar di Masjid Al Jafar, Senin (28/9/2026). Kegiatan itu dihadiri AFs, Wakil Sekretaris MUI Nunukan Ustadz Anam Azhari, Kalapas Kelas IIB Nunukan Dony Setiawan, serta perwakilan BAZNAS Nunukan.

Atap yang bocor hingga membuat ruang ibadah tergenang setiap kali hujan, kini mulai diperbaiki. Perubahan ini terwujud setelah bantuan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Nunukan yang diperjuangkan anggota DPRD dari Partai NasDem, Andi Fajrul Syam (AFs).

Selama puluhan tahun, pengurus masjid berkali-kali mengajukan proposal bantuan. Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil. Masjid yang menjadi tempat ibadah warga itu akhirnya harus bertahan dengan mengandalkan sumbangan jamaah.

Ketua Pengurus Masjid Al Jafar, Harianto, mengungkapkan rehabilitasi kali ini menjadi bantuan berarti setelah bertahun-tahun pengurus berjuang memperbaiki bangunan secara mandiri.

“26 tahun masjid ini berdiri. Sebelumnya belum pernah tersentuh bantuan seperti ini,” kata Harianto.

Ia mengaku berbagai proposal telah diajukan setiap tahun. Namun, baru kali ini bantuan rehabilitasi benar-benar terealisasi.

“Setiap tahun kami mengusulkan. Banyak proposal yang kami masukkan, tetapi baru kali ini ada yang keluar,” ujarnya.

Rehabilitasi dilakukan dengan memperbaiki atap dan meninggikan bangunan sekitar 1,5 meter. Selain dukungan pemerintah dan pokir DPRD, pengurus turut mengumpulkan dana swadaya dari jamaah. Sumbangan yang dihimpun setiap Jumat mencapai sekitar Rp18 juta.

Namun, anggaran yang tersedia belum cukup untuk menuntaskan seluruh pekerjaan.

Pagar masjid masih belum terselesaikan. Begitu pula lantai yang perlu ditinggikan untuk mengantisipasi banjir yang selama ini kerap mengancam bangunan tersebut.

“Kalau sekarang, saldo kita sudah minus. Kami berharap ada dukungan lagi untuk merampungkan semua ini,” ungkap Harianto.

Ia menjelaskan, persoalan lantai menjadi kebutuhan mendesak karena air banjir pernah masuk hingga ke dalam masjid. Rencana peninggian lantai terpaksa ditunda lantaran dana rehabilitasi sudah habis.

“Masih ada pagar dan lantai yang perlu dinaikkan. Kalau banjir, air masuk. Rencananya lantai mau ditinggikan, tetapi dananya sudah habis,” jelasnya.

Sementara itu, AFs menyebut rehabilitasi Masjid Al Jafar menjadi jawaban atas kebutuhan rumah ibadah yang selama ini belum mendapatkan perhatian memadai.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perbaikan yang dilakukan belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan bangunan.

“26 tahun masjid itu berdiri. Alhamdulillah sekarang sudah mendapatkan renovasi dan kondisinya sudah lebih baik,” kata AFs.

Ia menegaskan, kebutuhan lanjutan seperti pagar dan peninggian lantai harus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi masjid yang membutuhkan rehabilitasi harus menjadi pertimbangan dalam penyaluran bantuan.

“Pemerintah daerah harus lebih memperhatikan masjid-masjid yang memang sangat membutuhkan bantuan. Karena kalau di Masjid Al Jafar, masih banyak yang perlu dilakukan perbaikan,” tegasnya.

AFs memastikan akan mengawal kebutuhan yang belum terpenuhi agar rehabilitasi tidak berhenti pada perbaikan sebagian bangunan.

“Untuk kekurangan yang belum dikerjakan, nanti kita akan kawal lagi. Saya sebagai perwakilan masyarakat di Dapil II dan anggota DPRD akan siap mengawal kekurangan-kekurangan yang belum diselesaikan,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan