Dorong PM-AAS Tepat Sasaran, Fajrul Minta Drainase Dibenahi

NUNUKAN, borderterkini.com – Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, meminta pelaksanaan Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Nunukan tidak hanya berfokus pada teknologi dan mekanisasi. Persoalan dasar seperti tata air dan drainase dinilai harus lebih dulu dibenahi.

Fajrul menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan terkait PM-AAS yang dilaksanakan BRMP Kaltara, Rabu (23/9/2026). Ia menilai kondisi lahan di Nunukan memiliki karakteristik yang tidak bisa disamaratakan dengan daerah lain.

“Produktivitas padi masih relatif rendah. Ada serangan hama, kerusakan tanaman di bagian tengah hamparan, kemudian kondisi lahan yang berdekatan dengan laut dan karakter tanah yang berlumpur atau semi-gambut,” ujar Fajrul.

Menurutnya, persoalan yang paling mendesak adalah sistem sirkulasi dan pembuangan air. Drainase yang tidak optimal dapat memicu genangan, meningkatkan risiko penyakit tanaman dan mengganggu produktivitas.

“Sebagus apa pun varietas, benih, pupuk dan mekanisasi yang digunakan, kalau tata kelola air dan pembuangan air tidak diselesaikan, risikonya tetap tinggi,” tegasnya.

Fajrul meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan pemetaan kondisi lahan sebelum PM-AAS diperluas. Setiap blok pertanian perlu diketahui karakter tanahnya, jalur masuk air hingga titik pembuangannya.

“Jangan sampai kita langsung berbicara teknologi modern, tetapi persoalan dasar seperti tata air belum diselesaikan. Infrastruktur dan sistem drainase harus menjadi bagian penting dalam perencanaan PM-AAS,” katanya.

Ia juga menekankan peran penyuluh agar pendampingan petani berjalan sejak persiapan lahan, pola tanam, pemupukan, pengendalian hama hingga evaluasi hasil panen.

“Teknologi boleh modern, tetapi hasilnya harus nyata. Produktivitas meningkat, biaya terkendali, risiko berkurang, dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan