NUNUKAN, borderterkini.com – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, total kunjungan ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lanuka serta layanan kunjungan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) mencapai 45.592 orang.
Jumlah tersebut berasal dari 33.388 pengunjung SAE Lanuka dan 12.204 kunjungan keluarga WBP. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024, saat kunjungan ke SAE Lanuka tercatat sebanyak 28.453 orang dan layanan kunjungan WBP sebanyak 9.723 orang.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat semakin percaya terhadap sistem pembinaan dan pelayanan yang dijalankan pihaknya.
“Ini bukan sekadar peningkatan angka kunjungan. Kami melihat adanya kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap program pembinaan yang kami laksanakan. Masyarakat ingin melihat langsung bagaimana proses pembinaan berjalan, sementara keluarga warga binaan juga semakin aktif memberikan dukungan kepada anggota keluarganya yang sedang menjalani masa pidana,” ujarnya.
Menurut Donny, SAE Lanuka telah berkembang menjadi salah satu sarana edukasi yang memperlihatkan secara nyata proses pembinaan kemandirian warga binaan. Berbagai sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga perkebunan dikembangkan sebagai media pelatihan keterampilan sekaligus pembentukan karakter.
“SAE Lanuka kami bangun bukan hanya untuk menghasilkan produk, tetapi untuk membentuk manusia yang lebih siap ketika kembali ke masyarakat. Warga binaan dibekali keterampilan yang dapat menjadi modal mencari nafkah secara mandiri setelah bebas,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya jumlah kunjungan juga menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Lapas Nunukan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga keamanan.
“Semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula tanggung jawab kami. Pelayanan harus semakin cepat, nyaman, dan transparan, namun pada saat yang sama sistem pengamanan juga harus semakin kuat. Dua hal itu tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.
Donny menjelaskan, berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari penataan alur pelayanan, peningkatan fasilitas, penguatan pengawasan, hingga optimalisasi sumber daya manusia agar seluruh aktivitas kunjungan berjalan tertib, aman, dan nyaman.
Di sisi lain, meningkatnya kunjungan keluarga WBP juga dinilai memiliki dampak positif terhadap proses pembinaan. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membangun motivasi warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami percaya proses pembinaan tidak hanya dilakukan oleh petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga. Karena itu kami terus berupaya menghadirkan layanan kunjungan yang humanis, mudah diakses, namun tetap sesuai dengan standar keamanan yang berlaku,” jelasnya.
Ke depan, Lapas Kelas IIB Nunukan berkomitmen terus mengembangkan SAE Lanuka sebagai pusat pembinaan kemandirian sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat. Melalui keterbukaan informasi dan peningkatan kualitas layanan, Lapas Nunukan berharap kepercayaan masyarakat terhadap pemasyarakatan semakin meningkat.
“Kepercayaan publik adalah amanah yang harus kami jaga. Kami akan terus berinovasi agar pembinaan warga binaan semakin berkualitas, pelayanan publik semakin baik, dan Lapas Nunukan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pungkas Donny.(*)





