NUNUKAN, borderterkini.com – Senja yang seharusnya tenang berubah menjadi detik-detik mencekam di bantaran Sungai Mamolo, RT 11 Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan.
Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 6 tahun nyaris kehilangan nyawa setelah diterkam seekor buaya, Sabtu (31/1) sekitar pukul 18.00 WITA.
Korban bernama Marsel, warga Jalan Yos Sudarso RT 11.
Saat kejadian, ia tengah berada di teras rumah. Diduga terpeleset, tubuh kecil Marsel terjatuh ke area bawah jemuran warga yang letaknya tepat berbatasan dengan sungai.
Tanpa sempat disadari siapa pun, dari permukaan air yang mulai gelap, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menggigit betis kiri korban.
Jeritan Marsel memecah keheningan sore. Warga sekitar sontak panik dan berhamburan menuju lokasi. Tiga nelayan setempat Ridwan (30), Busran (22), dan Hendrik (sekitar 35) dengan nekat langsung melompat membantu.
Mereka menarik tangan korban sekuat tenaga, sementara buaya terus mencengkeram tubuh bocah malang itu.
“Terjadi tarik-menarik antara warga dan buaya. Kurang lebih lima menit berlangsung, hingga akhirnya buaya melepaskan gigitannya dan kembali ke sungai,” ungkap Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, Minggu (1/2).
Peristiwa itu menyisakan luka mengerikan. Betis kiri Marsel robek menganga akibat gigitan buaya, bahkan tulang terlihat jelas.
Dalam kondisi bersimbah darah, korban segera dievakuasi warga bersama ayahnya menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Sedadap.
Namun karena luka yang cukup parah, pihak puskesmas langsung merujuk korban ke RSUD Nunukan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ipda Sunarwan membenarkan insiden tersebut dan menyatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan kondisi korban.
“Benar telah terjadi peristiwa seorang anak diterkam buaya di wilayah Nunukan Selatan. Saat ini korban sudah mendapatkan penanganan medis, dan kami masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut,” terangnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang bermukim dan beraktivitas di bantaran sungai. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, kemunculan buaya di sekitar permukiman warga dilaporkan semakin sering.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, mengawasi anak-anak, dan menghindari aktivitas di tepi sungai, terutama pada sore hingga malam hari. Wilayah tersebut memang diketahui sebagai habitat buaya,” tegasnya.
Sementara itu, Kamaruddin, warga Mamolo, mengaku kejadian serangan buaya terhadap warga bukanlah hal baru.
“Sudah sering warga kita diserang buaya di sini, tapi alhamdulillah semua korbannya berhasil selamat,” katanya.
Ia menegaskan Sungai Mamolo memang merupakan habitat buaya. Bahkan, hampir setiap hari warga melihat kemunculan reptil ganas tersebut.
“Di sini juga sering muncul anak-anak buaya yang baru menetas. Bukan satu atau dua ekor, tapi banyak,” ungkapnya.(*)





