<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Perekonomian Kabupaten Nunukan tumbuh 3,95 persen pada Triwulan II 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun di balik pertumbuhan tersebut, struktur ekonomi daerah masih sangat bergantung pada sektor pertambangan.<br><br>Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian menyumbang 47,26 persen terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Nunukan.<br><br>Angka itu menunjukkan hampir separuh aktivitas ekonomi Nunukan masih ditopang sektor pertambangan dan penggalian.<br><br>Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penghitungan PDRB, perekonomian Nunukan pada Triwulan II 2026 tumbuh 3,95 persen secara year-on-year (y-on-y).<br><br>Secara triwulanan, ekonomi Nunukan juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,66 persen dibandingkan Triwulan I 2026.<br><br>Pada periode tersebut, nilai PDRB Nunukan atas dasar harga berlaku mencapai Rp11,59 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp4,95 triliun.<br><br>&#8220;Pertumbuhan ini memperlihatkan aktivitas ekonomi Nunukan masih bergerak positif. Namun, angka pertumbuhan tersebut tidak serta-merta mengubah struktur ekonomi daerah yang hingga kini masih terkonsentrasi pada sejumlah sektor utama,&#8221; terangnya pada Jumat (11/9/2026).<br><br>Selain pertambangan, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi kontributor terbesar kedua dengan porsi 21,04 persen.<br><br>Jika kedua sektor tersebut digabungkan, kontribusinya mencapai lebih dari dua pertiga struktur ekonomi Nunukan.<br><br>Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya ketergantungan ekonomi Nunukan terhadap sektor yang berbasis sumber daya alam.<br><br>Di tengah dominasi tambang dan pertanian, sejumlah sektor lain justru mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi.<br><br>BPS mencatat Jasa Perusahaan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Triwulan II 2026, yakni mencapai 24,78 persen.<br><br>Kemudian Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 21,17 persen, sementara Real Estat tumbuh 20,35 persen.<br><br>Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor jasa mulai berkembang.<br><br>Namun, pertumbuhan tinggi tersebut belum menggeser posisi sektor pertambangan sebagai penyumbang terbesar PDRB Nunukan.<br><br>Lima lapangan usaha utama, yakni Pertambangan dan Penggalian, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Konstruksi; Industri Pengolahan; serta Perdagangan Besar dan Eceran, secara bersama-sama menyumbang 90,36 persen terhadap PDRB Nunukan.<br><br>Dengan komposisi tersebut, ruang diversifikasi ekonomi masih terbuka lebar.<br><br>Penguatan sektor industri pengolahan menjadi salah satu kunci karena dapat meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini dihasilkan dari sektor primer.<br><br>Begitu pula sektor perdagangan dan jasa yang memiliki peluang berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.<br><br>Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen utama tercatat mengalami pertumbuhan.<br><br>Pengeluaran Konsumsi Pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 18,11 persen.<br><br>Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,64 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,82 persen.<br><br>Pertumbuhan konsumsi pemerintah menunjukkan aktivitas belanja pemerintah masih memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi daerah.<br><br>Sementara pertumbuhan PMTB mencerminkan adanya aktivitas investasi dan pembentukan modal yang turut menopang pertumbuhan ekonomi.<br><br>Di sisi lain, pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,82 persen memperlihatkan aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan positif.<br><br>&#8220;Namun, menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang membutuhkan sumber pertumbuhan yang lebih luas, terutama dari investasi dan sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah serta lapangan kerja,&#8221; ungkapnya.<br><br>Pertumbuhan ekonomi Nunukan sebesar 3,95 persen juga masih berada di bawah capaian Provinsi Kalimantan Utara.<br><br>BPS mencatat ekonomi Kaltara pada Triwulan II 2026 tumbuh 4,96 persen secara y-on-y.<br><br>Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi Nunukan masih tertinggal 1,01 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi provinsi.<br><br>Secara triwulanan, ekonomi Kaltara tumbuh 2,53 persen, sementara Nunukan hanya tumbuh 1,66 persen.<br><br>Dalam perbandingan pertumbuhan antar kabupaten/kota di Kaltara, laju ekonomi Nunukan berada setelah Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan.<br><br>Meski demikian, Nunukan tetap memiliki bobot besar dalam perekonomian Kaltara. Kontribusi PDRB Nunukan mencapai 27,05 persen terhadap total PDRB Kalimantan Utara.<br><br>Pada Triwulan II 2026, PDRB Kaltara atas dasar harga berlaku tercatat Rp42,47 triliun, sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp19,79 triliun.<br><br>&#8220;Besarnya kontribusi Nunukan membuat pergerakan ekonomi daerah ini tetap menjadi salah satu faktor penting dalam perekonomian Kaltara,&#8221; tambahnya.<br><br>Pertumbuhan 3,95 persen menjadi sinyal positif bagi perekonomian Nunukan. Namun, dominasi pertambangan sebesar 47,26 persen menunjukkan masih adanya tantangan besar untuk membangun struktur ekonomi yang lebih beragam.<br><br>Pertumbuhan sektor Jasa Perusahaan, Akomodasi dan Makan Minum, serta Real Estat yang berada di atas 20 persen menunjukkan geliat ekonomi di luar sektor tambang mulai terlihat.<br><br>&#8220;Momentum tersebut perlu diperkuat melalui investasi, peningkatan produktivitas, pengembangan industri pengolahan dan perluasan aktivitas perdagangan serta jasa,&#8221; bebernya.<br><br>Sebab, ketika hampir separuh struktur ekonomi masih bertumpu pada pertambangan, perubahan kinerja sektor tersebut akan memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Nunukan secara keseluruhan.<br><br>Data BPS tersebut menjadi gambaran bahwa tantangan Nunukan ke depan bukan hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi agar semakin beragam.<br><br>Dengan kontribusi mencapai 27,05 persen terhadap ekonomi Kaltara, penguatan ekonomi Nunukan juga akan berdampak terhadap perekonomian regional.<br><br>&#8220;Pertumbuhan 3,95 persen perlu dijaga sekaligus diikuti dengan upaya memperbesar peran sektor-sektor produktif di luar pertambangan,&#8221; pungkasnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.