Sistem Pengamanan Lapas Diperkuat, Pos Wasrik Dibangun Tutup Celah Keamanan

NUNUKAN, borderterkini.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan memperkuat sistem keamanan dengan membangun Pos Pengawasan dan Pemeriksaan (Pos Wasrik) sebagai upaya menutup celah pengamanan di tengah tingginya aktivitas operasional dan kondisi lapas yang telah mengalami kelebihan kapasitas.

Pembangunan Pos Wasrik merupakan bagian dari aksi perubahan bertajuk Strategi Peningkatan Pengawasan dan Pemeriksaan Melalui Pembangunan Pos Wasrik pada Lapas Kelas IIB Nunukan. Program ini difokuskan untuk memperkuat pengawasan pada area perimeter atau kawasan luar lapas yang masih memiliki sejumlah titik rawan (blind spot), sekaligus meningkatkan efektivitas pemeriksaan terhadap setiap akses keluar masuk.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Kondisi lapas yang kini dihuni lebih dari 1.100 warga binaan, jauh di atas kapasitas ideal sebanyak 352 orang, menuntut strategi pengamanan yang lebih adaptif dan terukur.

“Keamanan adalah fondasi utama penyelenggaraan pemasyarakatan. Di tengah jumlah warga binaan yang terus meningkat, kami tidak boleh memberi ruang sedikit pun terhadap potensi gangguan keamanan. Pos Wasrik menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengawasan sekaligus menutup setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Donny, Jumat (3/7).

Selain menghadapi kondisi overcrowded, Lapas Nunukan juga melayani tingginya mobilitas orang dan barang setiap hari, mulai dari kunjungan masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas pembinaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lanuka. Situasi tersebut dinilai membutuhkan sistem pengawasan yang lebih ketat dan responsif.

“Semakin tinggi tingkat hunian, semakin besar pula tantangan yang dihadapi petugas. Karena itu kami tidak hanya mengandalkan personel, tetapi juga memperkuat sistem, sarana, dan pola pengamanan agar setiap aktivitas dapat dipantau secara maksimal,” katanya.

Pos Wasrik nantinya akan menjadi pusat pemeriksaan seluruh arus keluar masuk orang maupun barang ke dalam kawasan lapas. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, mempercepat respons terhadap situasi darurat, sekaligus mencegah masuknya barang-barang terlarang.

“Setiap akses wajib diawasi secara ketat. Pemeriksaan tidak boleh sebatas formalitas, tetapi harus benar-benar memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar sehingga potensi penyelundupan maupun pelanggaran keamanan dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.

Menurut Donny, pembangunan Pos Wasrik bukan hanya menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi sistem pengamanan yang lebih modern, terintegrasi, dan berbasis mitigasi risiko.

“Kami ingin membangun budaya kerja yang mengedepankan kewaspadaan. Petugas harus mampu mendeteksi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Prinsip kami jelas, pencegahan selalu lebih efektif daripada penindakan,” jelasnya.

Meski memperketat pengawasan, Donny memastikan pelayanan kepada masyarakat dan program pembinaan warga binaan tetap menjadi prioritas.

“Keamanan dan pembinaan harus berjalan beriringan. Lingkungan yang aman akan menciptakan proses pembinaan yang lebih kondusif, sementara pelayanan kepada masyarakat tetap kami berikan secara cepat, profesional, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan Pos Wasrik mampu meningkatkan efektivitas pengawasan petugas, mempersempit ruang gerak berbagai potensi pelanggaran, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan di Kabupaten Nunukan.

“Penguatan sistem pengamanan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas, menciptakan lapas yang aman dan tertib, serta mendukung pembinaan warga binaan agar berjalan secara optimal,” tutup Donny.(*)

Tinggalkan Balasan