NUNUKAN, borderterkini.com – Upaya mempersempit ruang gerak sindikat narkotika lintas negara terus diperkuat. Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan sepakat meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam mengawasi wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia yang selama ini menjadi salah satu kawasan rawan peredaran narkotika.
Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala BNN Kabupaten Nunukan, Anton Siagian, bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja ke KRI Tawau dan diterima langsung oleh Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, belum lama ini.
Dalam pertemuan tersebut, Anton memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan BNN Nunukan dalam mencegah sekaligus memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah perbatasan Kalimantan Utara dengan Sabah, Malaysia. Menurutnya, tantangan pemberantasan narkotika di kawasan perbatasan membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas negara yang kuat.
“Keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Kami mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan Konsulat RI Tawau. Sinergi ini sangat penting untuk memperkuat pengawasan serta mencegah masuk maupun keluarnya narkotika dan obat-obatan terlarang melalui jalur perbatasan Indonesia–Malaysia,” ujar Anton, Kamis (2/7).
Anton menambahkan, posisi strategis Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadikan wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai kejahatan transnasional, terutama penyelundupan narkotika. Karena itu, koordinasi dan pertukaran informasi antarlembaga harus terus diperkuat agar setiap potensi penyelundupan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.
Sementara itu, Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, menyambut baik kunjungan BNN Nunukan dan menegaskan komitmen KRI Tawau untuk terus menjadi mitra strategis dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika di kawasan perbatasan.
Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Sabah dan Kalimantan Utara membuat kawasan perbatasan memiliki tingkat kerawanan tersendiri terhadap berbagai bentuk kejahatan lintas negara. Karena itu, pengawasan dan koordinasi antarinstansi perlu terus ditingkatkan.
“Konsulat RI Tawau berkomitmen untuk terus bersinergi dengan BNN dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencegah serta memberantas peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang,” katanya.
Ia menjelaskan, KRI Tawau juga secara aktif menjalin koordinasi dengan berbagai mitra kerja di wilayah Sabah, khususnya instansi keamanan seperti Polis Diraja Malaysia (PDRM), Polis Marin, dan lembaga terkait lainnya guna meminimalisasi berbagai bentuk kejahatan lintas batas, termasuk penyelundupan narkotika.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap sistem pengawasan di kawasan perbatasan semakin efektif sehingga ruang gerak sindikat narkotika lintas negara dapat terus dipersempit, sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.(*)
Tutup Ruang Gerak Sindikat Narkoba Lintas Negara





